Jurus Kemenperin Dukung Industri Kendaraan Listrik RI

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah berupaya mendorong pemanfaatan teknologi otomotif yang ramah lingkungan melalui program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Hal ini tidak lepas dari komitmen untuk menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca (CO2) sebesar 29 persen pada 2030.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyatakan, upaya mendukung program LCEV, pihaknya terus mendorong pengembangan mobil listrik di Indonesia. Salah satu upaya dengan memberikan insentif berupa pembebasan pajak (tax holiday).

Selain itu, pemerintah juga akan menurunkan tarif pajak penjualan barang mewah (PPnBM) bagi industri yang memproduksi komponen mobil listrik di dalam negeri.

“Dalam mendorong pengembangan LCEV antara lain pemberian tax holiday dan tax allowance bagi investasi baru dan perluasan untuk industri yang memproduksi komponen maupun merakit kendaraan rendah karbon. Kemudian juga mengatur tentang pemberian fasilitas fiskal seperti bea masuk ditanggung pemerintah,” kata Airlangga di Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Airlangga menyebut, beberapa upaya tersebut dilakukan mengingat sektor industri otomotif menjadi salah satu andalan dalam roadmap Making Indonesia 4.0. Ini diharapkan dapat menjadi basis produksi kendaraan bermotor baik internal combustion engine (ICE) maupun electrified vehicle (EV) untuk pasar domestik maupun ekspor.

Dalam implementasinya, Airlangga mengaku masih banyak tantangan yang harus dihadapi di lapangan. Salah satunya dalam memperkenalkan kendaraan ramah lingkungan di mata masyarakat.

“Di antaranya terkait kenyamanan berkendara oleh para pengguna, infrastruktur pengisian energi listrik, rantai pasok dalam negeri, adopsi teknologi dan regulasi, dan juga termasuk dukungan kebijakan fiskal agar kendaraan electrified vehicle dapat dimanfaatkan oleh para masyarakat pengguna tanpa harus dibebani biaya tambahan yang tinggi,” tutur dia.

Di samping itu, dalam upaya memperkenalkan kendaraan ramah lingkungan, pihaknya juga telah menggandeng produsen otomotif dan perguruan tinggi untuk melakukan riset bersama dan sosialiasi penggunaan kendaraan listrik.

“Hasilnya diharapkan dapat memberikan pemahaman yang sama tentang gambaran kondisi kendaraan rendah karbon,” pungkasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putera

Sumber: Merdeka.com