Suasana dan Dekor Unik Stasiun MRT Jelang Peresmian

Berbeda dengan Stasiun Senayan yang berdasar pada konsep warna, Stasiun Bundaran HI, Blok M, Haji Nawi, Dukuh Atas, Istora, hingga Sisingamangaraja memiliki tema khusus yang disesuaikan dengan keadaan sekitar.

Contohnya adalah Stasiun Bundaran HI memiliki konsep internasional. Hal ini didasarkan lokasinya yang berada di area hotel internasional, pusat perbelanjaan, kantor kedutaan, dan salah satu ikon Jakarta. Warna-warna putih, perak, dan abu-abu akan mendominasi stasiun menggunakan konsep gaya hidup perkotaan, modern, internasional, dan perdamaian dunia.

“Kalau di Bundaran HI itu temanya internasional, karena kawasannya banyak gedung-gedung tinggi,” kata Direktur Operasi dan Pemeliharaan MRT Jakarta, Agung Wicaksono beberapa waktu lalu di Wisma Nusantara, Jakarta Pusat.

Kemudian Stasiun Istora yang terletak di depan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) akan memberikan konsep dasar menyiratkan unsur olahraga. Warna kuning tua, putih, dan abu-abu lebih mendominasi.

Selanjutnya, Stasiun Sisingamangaraja, selain berintegrasi dengan Halte Transjakarta CSW dan Gedung Sekretariat ASEAN, nantinya akan mengangkat tema ASEAN, multikultural, dan persatuan dalam keberagaman. Warna yang dimunculkan adalah cokelat alam dan gradasi abu-abu.

Sedangkan untuk Stasiun Blok M akan berkonsep unsur-unsur taman kota dengan warna yang mendominasi yaitu gradasi hijau, abu-abu dan putih. Alasannya karena stasiun ini terletak di antara Taman Ayodya dan Martha Tiyahahu.

Kalau untuk Blok A akan berkonsep pada salah satu unsur perdagangan tradisonal, yaitu pikulan kayu dan keranjang bambu. Sehingga warna yang dimunculkan di stasiun yaitu abu-abu muda, kuning terang dan krem. Mengingat sebelumnya kawasan Blok A merupakan pusat komersil dan bisnis.

Tak hanya itu, budaya khas Betawi juga akan disajikan di Stasiun Haji Nawi. Hal tersebut guna mengenang saudagar Haji Nawi yang berdarah Betawi.